Minggu, 04 Mei 2014

jeruk manis pemerah muka


03-05-2014

Jeruk manis pemerah muka
Selalu ada hal menarik yang ku alami setiap hari,pagi ini aku dan teman-teman sedang dalam perjalanan menuju kampus. Kejadian  memalukan bagiku terjadi,seorang temanku dengan baik hatinya menawarkan jeruk kepada teman di sampingku,tetapi temanku tersebut lagi berpuasa sehingga tawaran itu ditolak,dengan sigap aku  ingin mendapatkann tawaran tersebut,tapi ternyata seorang teman yang baik tersebut sudah terlanjur menoleh kepada yang lain,sehingga teriakan halus penerimaanku tak didengarkan,bahkan dia langsung menawarkan jeruk tersebut ke teman yang lain. Seorang  teman yang berpuasa tadi tertawa melihat semua itu,dan aku pun malu dan mencoba menghilangkan Malu ku dengan bernyanyi,tapi dalam hatiku ,berteriak maluuuuuu,  hehehe lucu.
Kejadian singkat tadi masih terekam dalam pikiranku,oh my God,aku tak tahu,mungkin karena kejadian itu sangat memalukan bagiku,atau memang karena ada hal menarik dari peristiwa itu,sehingga ia terus melekat dalam pikiranku.

Selasa, 18 Februari 2014

melamun dalam sholat itu koplak

Melamun dalam sholat itu koplak

Khsuyu’ di dalam sholat memang sesuatu yang harus selalu hadir dalam sholat,karena dengan khusyu’ kita akan merasakan sesuatu yang berbeda,terasa lebih mendekatkan kepada Tuhan yang maha esa,sekalipun dikatakan bahwa khusyu’ didalam sholat itu sangat sulit namun setidak kita sadar di dalam sholat tersebut,mengetahui setiap gerakan dan perkataan di dalam sholat,sehingga tidak menjadikan kita meninggalkan rukun-rukun sholat yang ada.

Selasa, 07 Januari 2014

insan al kamil

Jumat ,3 januari 2013

Al insan al kamil
Karya Abdul al karim al jili
Oleh:prof,Dr.yunasril Ali,MA,
(Seminar nasional filsafat islam dan tasawuf ,PMIAI UPM –ICAS Jakarta,STFI sadra  Jakarta )
Jalan pejaten raya No.19 jakarta selatan-12510

Al- insan al kamil fi  ma’rifat al-  al awa’il adalah kitab yang dikarang oleh abdul karim al- jili,seorang syaikh yang diberi gelar “quthb ad-din” suatu gelar yang tertinggi dalam hierarki sufi,kitab ini terdiri dari dua bagian namun  diterbitkan dalam satu jilid  juz pertama tersusun dari 41 bab sedangkan juz kedua tersusun dari 22 bab ,penulisan insanul kamil ini dimaksudkan sebagai panduan dalam mengenal Tuhan dengan tajalliyat Nya melalui makhluk-makhluknya yang merupakan bagian akhir dari tajalliyatNya itu,dan  kitab ini bertujuan agar para pencari Tuhan tertuntun dalam pengembaraannya menuju Tuhan.