Minggu, 16 Desember 2018

SST! (Sarma Stori): Dermawannya Ojol Tua Jalanan Kota



“di tengah kerasnya kehidupan jalanan kota, akan selalu ada orang dermawan yang tak berpangkatkan penguasa, namun bermahkotakan keikhlasan.”

Sarma Saleem

Panas Jakarta tepatnya daerah Karet sangat menyengat siang itu, lalu-lalang kendaraan begitu sibuk, beberapa kali membentuk antrian panjang, menunggu lampu hijau tanda boleh jalan. Sementara Sarma dan Ustadz Bajang, terus berjalan tak memedulikan teriknya panas. Berbekal Google Maps, mereka berjalan melawan panas, menuju sebuah Masjid, milik KPP Pratama yang berada di daerah Karet, Masjid An-Nur.  Sebuah masjid yang akan menjadi tempat Ustadz Bajang berkhutbah.

Mungkin karena diburu waktu, sehingga tak fokus, beberapa kali mereka tersesat dan salah tujuan. Kantor pajak yang akan yang dituju tak juga ketemu.  Sarma dan Ustadz Bajang, malah masuk ke bagian pajak Kecamatan Tanah Abang, yang kebetulan dekat daerah situ. Mereka pun memutar langkah kembali, sembari melihat google maps,dan mencoba memberhentikan Bajaj, agar segera diantarkan ke Masjid An-Nur.

Sabtu, 15 Desember 2018

Sarma Book: "Tafsir al-Qur’an di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci di Era Medsos"



“Tafsir al-Qur’an di Medsos: Mengkaji Makna dan Rahasia Ayat Suci di Era Medsos” judul buku yang sempat aku cari-cari untuk menuntaskan tugas akhir dengan judul “Prinsip Komunikasi dalam Al_Qur’an: Studi Ayat-ayat Komunikasi dalam Tafsir Al-Munir”. Hah…sayangnya karena sesuatu dan lain hal, buku ini baru aku dapatkan sekarang, setelah beberapa bulan lalu, wisuda S1ku digelar. Jika boleh berandai, andai buku ini kudapatkan waktu itu, maka tugas akhir makin lengkaplah, dengan argumentasi-argumentasi Gus Nadirsyah Hosen yang tertuang pada bukunya ini.

Oh ya…siapa sih Gus Nadirsyah Hosen, nama formalnya sih Prof. H. Nadirsyah Hosen. PH.D. di kalangan warga Nahdlatul Ulama, bisa saja banyak yang mengenal beliau, karena beliau adalah Rois Syuriah PCI NU Australia dan New Zealand. Aku sendiri mengenal beliau hanya selintas saat melihatnya tampil di salah satu stasiun TV, lalu mengenalnya kembali lewat buku “Islam Yes, Khilafah No”, dan sekarang lewat buku yang ingin aku paparkan singkat.


Senin, 05 November 2018

Kopikir Bareng HIMMAH NW Jakarta: Kebhinekaan, Hoax, dan Mahasiswa


Serutan demi serutan kopi kunikmati, di tengah penjelasan bersahaja Kakak Yos Elopere, Pengurus Forum Mahasiwa Papua pada Kopikir Bareng HIMMAH NW Jakarta. Serutan itu tidak hanya mengaktifkan saraf perasa lidahku, tapi juga mengkelindankan  ruang-ruang pemikiran, mencerna, dan mencoba mengingat beragam informasi sepadan, yang pernah kudengar atau pun kubaca, selain dari kalam-kalam Kakak Yos.

Tentu ada banyak hal yang disampaikan, tak jauh-jauh, bertumpu pada tema yang diusung “ Merawat Persatuan dalam Bingkai Kebhinekaan”. Belum lagi, dipandu oleh moderator bergayakan talkshow, untuk membuat acara ini lebih interaktif.

Banyak  hal diulas, tentunya diawali dengan paparan singkat pengenalan diri dan pengenalan komunitas atau pun organisasi, baru merambat menuju tema, yang disarikan ke dalam pertanyaan mengenai agama, persatuan, dan realitas kebangsaan saat ini.